- apa pun bentuknya
- bukan di ruang politik
- bukan memantik narasi lama yang telah lama disepakati untuk ditinggalkan demi perdamaian dan pembangunan. Sementara itu
- bukan panggung demonstrasi narsistik. Aksi pengibaran bendera GAM di lokasi bencana dapat memecah perhatian aparat dan relawan saat sedang disibukkan dengan upaya evakuasi warga
- dan harapan. Tiga hal yang paling dibutuhkan untuk bangkit bersama. )* Pengamat Isu Keamanan
- dan masyarakat sipil sepakat menempatkan kemanusiaan di atas segalanya
- dan memastikan keselamatan masyarakat lainnya. Di lapangan
- dan pemulihan rasa aman. Ketika simbol politik separatis seperti bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) muncul di lokasi bencana
- dan penguatan ekonomi lokal akan mempercepat kembalinya normalitas. Dalam konteks ini
- dapat memecah fokus dan memunculkan potensi gesekan yang seharusnya bisa dihindari. Dalam situasi krisis
- di tengah kerja kolektif ini
- distribusi bantuan
- fokus utama adalah keselamatan jiwa
- itu adalah sikap dewasa untuk menempatkan prioritas pada keselamatan dan kesejahteraan bersama. Aceh telah membuktikan bahwa damai adalah pilihan rasional. Kini
- karena ia bertentangan dengan tujuan pemulihan itu sendiri. Menolak provokasi bukan berarti meniadakan perbedaan pandangan. Sebaliknya
- khususnya di Aceh Tamiang. Langkah ini patut diapresiasi karena menunjukkan laju ke arah yang lebih baik. Pemerintah pusat dan daerah
- konsistensi kebijakan dan partisipasi warga akan menentukan apakah pemulihan ini berkelanjutan. Lebih jauh
- layanan kesehatan yang beroperasi
- melainkan di tengah bencana yang menuntut empati dan kerja nyata. Sehingga pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang adalah cermin kedewasaan kolektif. Ketika warga
- memperbaiki infrastruktur dasar
- menyalurkan logistik
- menyesalkan aksi pengibaran bendera simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di tengah situasi memprihatikan pascabencana di Aceh. Ia tegas menolak kebangkitan simbol tersebut. Menurut dia
- momentum bencana seharusnya menjadi ruang kemanusiaan
- momentum pascabencana dapat menjadi titik balik memperkuat kohesi sosial. Program rehabilitasi tidak hanya soal fisik
- Noor Azhari
- Oleh: Indah Prameswari)* Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan pascabanjir dan longsor di Aceh
- pembentukan Satgas Kuala tidak semata-mata berorientasi pada pengerukan dan normalisasi sungai. Satgas ini juga memiliki tujuan strategis yang lebih luas
- pemerintah
- pemerintah dan masyarakat harus tetap fokus pada upaya pemulihan pasca bencana. Di samping itu
- pemulihan penghidupan
- pendampingan trauma
- pengerahan alat berat oleh Satgas Kuala akan direncanakan dimulai sekitar pekan kedua dan ketiga Januari ini. Dengan demikian
- perhatian publik berpotensi teralihkan dari agenda kemanusiaan menuju polarisasi yang tidak produktif. Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI)
- pilihan itu diuji kembali
- provokasi akan kehilangan panggungnya. Yang tersisa adalah kerja nyata
- relawan dan aparat bekerja di bawah tekanan waktu dan risiko. Evakuasi
- Sekjen Forum LSM Aceh
- serta distribusi bantuan yang makin rapi menandakan arah yang benar. Keberhasilan ini harus dijaga dari gangguan simbolik yang tidak membawa solusi. Justru
- serta penataan hunian sementara membutuhkan konsentrasi dan koordinasi tinggi. Aksi provokatif
- serta TNI-Polri bergerak cepat menormalisasi akses
- simbol-simbol konflik lama tidak memiliki tempat
- solidaritas
- tetapi juga pemulihan sosial-psikologis. Dialog komunitas
- Wiratmadinata mengimbau agar masyarakat Aceh tetap waspada dan jangan mau diprovokasi masuk ke urusan politik oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Menurutnya
- yakni mendukung pemulihan dan penguatan perekonomian masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara Tamiang. Namun
Oleh: Indah Prameswari)* Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan pascabanjir dan longsor di Aceh,...
