Investasi Rp1.575 Triliun, Pakar Ekonomi Optimistis Industri Nasional Makin Kuat

BERITA TERBARU

JAKARTA – Di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, capaian investasi Indonesia yang disebut mencapai Rp1.575 triliun menjadi modal penting dalam menjaga momentum perekonomian nasional. Investasi tersebut dinilai membuka peluang bagi percepatan industrialisasi, hilirisasi, dan penguatan daya saing industri dalam negeri.

Optimisme itu disampaikan Pengamat Ekonomi GREAT Institute sekaligus Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Perdana Wahyu Santosa, dalam dialog di salah satu stasiun televisi swasta yang membahas dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Rabu (21/10/2026).

Perdana menilai perkembangan investasi menunjukkan prospek positif perekonomian Indonesia meskipun situasi global masih penuh tantangan.

“Di mana investasi kita, kemarin juga diumumkan oleh Pak Rosan, ya. Capaiannya hingga Rp1.575 triliun itu merupakan sekitar 75% dari target 2026. Atau 7% di atas tahun lalu,” ujar Perdana.

Menurutnya, investasi asing juga berpotensi mempercepat pengembangan industri nasional melalui hilirisasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

“Ketika investor asing masuk, melakukan industrialisasi, hilirisasi dalam jumlah sampai 1.575 triliun tentu masuknya dalam bentuk mata uang asing itu juga akan berdampak positif kepada perekonomian kita,” jelasnya.

Perdana menambahkan, berbagai tekanan eksternal, termasuk gangguan rantai pasok dan kenaikan biaya logistik, masih dapat diantisipasi melalui kebijakan ekonomi yang tepat.

“Tapi itu bisa diredam. Bisa diredam dengan berbagai macam kebijakan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik sekaligus akademisi Ujang Komarudin menekankan pentingnya stabilitas nasional dalam mendukung keberlanjutan pembangunan.

“Tentu, tadi saya sepakat dengan Pak Perdana ya, menjaga stabilitas ekonomi. Ekonomi yang saat ini stabil,” ungkap Ujang.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan berbagai kebijakan pemerintah dapat dilaksanakan secara efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Tetapi kita melihat apa yang sudah ditanamkan oleh Pak Presiden dalam dua tahun ini menjadi fondasi besar bahwa kita bisa menjadikan negara besar,” ujarnya.

Optimisme tersebut menjadi sinyal bahwa tantangan global tidak harus menjadi penghambat bagi kemajuan Indonesia. Dengan konsistensi kebijakan dan keberanian memperkuat potensi dalam negeri, Indonesia berpeluang mengubah berbagai tekanan menjadi momentum untuk mempercepat transformasi ekonomi sekaligus mewujudkan kemandirian nasional. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *