Kolaborasi Dapur MBG dan UMKM Lokal Perkuat Rantai Pasok Pangan Nasional

BERITA TERBARU

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan nasional melalui keterlibatan petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Aktivis 98, Ikhyar Velayati, mengatakan MBG merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi bangsa. Program ini bukan hanya memberi makan anak-anak Indonesia, tetapi juga membangun fondasi Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan produktif,” kata Ikhyar di Medan.

Ia menjelaskan bahwa MBG telah menghidupi 29.567 mitra, menggandeng 443.505 pemasok, menyerap 1.478.360 tenaga kerja, serta menyalurkan makanan bergizi kepada 73.917.500 anak sekolah dan santri di seluruh Indonesia.

“Di balik setiap porsi makanan ada petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pekerja logistik yang menggantungkan penghasilannya pada perputaran ekonomi yang tercipta,” ujarnya.

Menurut Ikhyar, keberlanjutan program menjadi penting karena penghentian MBG akan berdampak tidak hanya kepada penerima manfaat, tetapi juga jutaan pelaku usaha dan tenaga kerja yang menjadi bagian dari rantai pasok pangan nasional.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyatakan MBG bersama Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa.

“Semenjak ada MBG, alhamdulillah, mereka merasakan manfaatnya, termasuk tadi lahir pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Nah, termasuk juga tadi Koperasi Desa Merah Putih,” kata Yandri.

Ia menjelaskan banyak BUMDes kini menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, koperasi desa juga berpotensi memperluas kesempatan kerja karena tenaga kerja direkrut dari masyarakat setempat.

Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), Wargiyati, menambahkan bahwa MBG turut mendorong terbentuknya desa-desa tematik sebagai pemasok bahan baku dapur MBG.

“MBG juga menjadi pendorong utama pembentukan desa tematik, seperti desa melon, desa padi, desa tomat, desa ayam pedaging, hingga desa ayam petelur untuk menyiapkan rantai pasok bahan baku yang memberi dampak pengganda serta meningkatkan perputaran ekonomi desa,” ujar Wargiyati.

Menurutnya, sinergi antara MBG dan Koperasi Desa Merah Putih akan memperkuat ekonomi pedesaan, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui rantai pasok pangan yang semakin terintegrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *